Minggu, 18 November 2012

contoh proposal penelitian


PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN (IPS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI SEUMET  KECAMATAN MONTASIK
KABUPATEN ACEH BESAR
(Studi Penelitian Pada SD Negeri Seumet diKecamatan Montasik)

A.    Latar Belakang Masalah
Alat peraga (Media Pembelajaran) salah satu bahagian yang sangat besar peranannya dalam proses pembelajaran di sekolah, baik sekolah dasar (SD) seumet. Karena itu alat peraga menjadi suatu bidang yang harus dipahami secara lebih mendalam oleh setiap guru yang menyajikan materi pelajaran kepada anak didik. Selain itu berkat kemajuan teknologi dan perubahan sikap masyarakat yang demikian pesat, maka bidang ini telah ditafsirkan secara luas dan mempunyai fungsi serta nilai yang sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran.
Pekerjaan guru atau tenaga pengajar pada suatu lembaga pendidikan adalah suatu pekerjaan yang profesional. Oleh karena itu diperlukan kemauan dan kewenangan, yaitu sejauh mana ia mengawasi metodelogi serta penggunaan media pendidikan di sekolah untuk kepentingan anak didiknya. Dengan demikian dapat meningkatkan pemahaman mereka secara lebih optimal sesuai dengan harapan pendidikan.
Untuk itu dalam lapangan proses pembelajaran di sekolah terdapat dua hal yang sangat vital atau penting peranannya dalam harus dipahami betul-betul oleh setiap tenaga pengajar. Kedua aspek tersebut adalah selain harus mempunyai keterampilan dalam menyajikan suatu materi pelajaran, juga diharapkan memahami dan menguasai secara lebih terperinci akan alat-alat peraga yang digunakan untuk mempermudah daya ingat seseorang anak didik. Jadi kepada setiap guru diharapkan menggunakan alat peraga yang disediakan disekolah secara lebih-lebih efektif untuk mempermudah anak didik dan tidak menolak kemungkinan atas penggunaan alat modern yang dengan tuntunan zaman, seperti tape, kaset film OHP dan lain-lain.
Dalam lapangan pendidikan senantiasa terdapat suatu hubungan antara tenaga pengajar dengan anak didik dan sarana-sarana yang dapat mempermudah daya serap anak didik terhadap suatu pelajaran yang diajarkan di sekolah, hubungan ini terjadi sedemikian rupa, sehingga terjadi proses saling pengaruh mempengaruhi dalam mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.
Hubungan semacam ini merupakan suatu komunikasi dalam proses belajar mengajar. Bentuk komunikasi ini berlaku dalam semua hubungan sosial, baik dalam hubungan di sekolah maupun di dalam hubungan dengan masyarakat luas. Karena itu dalam mencapai tujuannya diperlakukan peningkatan daya upaya yang sebagian besar sangat tergantung pada faktor penunjang, yaitu sarana dan prasarana, dengan kata lain hubungan komunikasi dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih maksimal, mungkin dapat tercapai apabila guru atau tenaga pengajar pada suatu lembaga pendidikan itu menggunakan alat-alat bantu untuk memudahkan anak didik dalam meningkatkan daya tanggapannya akan suatu disiplin ilmu.
Fakta lain dari kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dalam mendukung kelancaran pendidikan (IPS) padahal kemajuan media pendidikan sekarang telah merubah daya jangkau manusia seakan tanpa batas ruang, waktu dan usia sehingga memberi peluang besar bagi setiap guru untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi murid. Fenomena ini membawa serangkaian perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan tersebut akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang. Dalam kegiatan itu, segala aktivitas juga harus dilakukan pembaharuan termasuk kegiatan pendidikan ilmu pengetahuan sosial (IPS).
Di Indonesia kemampuan pemanfaatan teknologi pendidikan relative masih kurang. Hal ini merupakan masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia di samping keterbatasan pendidikan dan media pendidikan berteknologi canggih. Kondisi ini mengakibatkan kurang berperannya teknologi pendidikan dalam bidang pendidikan. Suatu contoh penggunaan internet sebagai media pendidikan yang berteknologi canggih belum dikuasai oleh banyak guru di SD Negeri Seumet Kecamatan Montasik. Akibatnya keberadaan teknologi pendidikan berlum berperan dalam aktivitas pendidikan ilmu pengetahuan sosial (IPS).
Sesuai dengan uraian yang telah disebutkan di atas maka dipandang perlu dilakukan suatu penelitian yang diberi judul “Penggunaan Media Pengajaran Dalam Proses Pembelajaran (IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di SD Negeri Seumet Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar.

B.     Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul yang telah dikemukakan diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
2.1.  Apakah dengan menggunakan media pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
2.2.  Bagaimana hasil belajar siswa pada materi keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia dengan menggunakan media gambar.

C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian dari permasalahan ini adalah :
3.1.       Untuk mengetahui apakah murid SD Seumet memahami tentang penggunaan media.
3.2.       Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia dengan menggunakan media gambar.

2.      Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber informasi:
a.      Untuk guru
-         Penggunaan media sebagai bahan pengajaran
-         Penggunaan media pendidikan yang relevan sangat berperan dalam menunjang kelancaran pembelajaran.
b.      Untuk murid
-         Lebih giat untuk memahami materi yang akan disampaikan oleh guru.
-         Lebih cepat untuk menanggapi materi yang disampaikan oleh guru.
-         Media pendidikan memainkan peranan penting bagi murid SD Seumet.



D.     
E.     Postulat dan Hipotesis
a.      Postulat
Yang menjadi anggapan dasar dalam penelitian adalah: penggunaan media pengajaran dalam proses pembelajaran (IPS) disekolah untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
b.      Hipotesis
Media pendidikan sangat mempengaruhi proses pembelajaran.

F.     Teknik Pengumpulan Data
a.      Wawancara
Wawancara dilakukan dengan Kepala SD Negeri Seumet dan Guru Agama secara langsung bertatap muka dan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan untuk mengetahui strategi guru agama dalam pembinaan siswa yang melanggar peraturan sekolah.
b.      Test
Dengan menyebarkan angkat kepada guru dan murid sejumlah pertanyaan berikut alternative jawaban mengenai penggunaan media pengajaran.

G.    Teknik Analisa Data
Analisis data dilakukan dengan metode statistik. Data yang telah diperoleh diolah dan ditabulasikan dalam bentuk tabel dengan menghitung frekuensi dan persentasi dengan menggunakan rumus perhitungan persentase sesuai dengan pendapat Sutrisno H.
Keterangan :
P             = Persentase
F             = Frekuensi
N            = Jumlah
100%     = Bilangan Tetap














DAFTAR PUSTAKA
Arsyad Azhar. (2004). Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Arikunto, S. (1994). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : Rineka Cipta.
Djamarah (1996). Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta
Djamarah (1996). Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rineka Cipta
Gondor, T. (1984). Guru Yang Efektif. Jakarta: Rajawali.
Hadi Sutrisno (1989), metodologi Research, Yongyakarta : penerbit Andi
Hamadik, O (1985) Media Pendidikan, Bandung : Alumni
Hamalik, O (1983) Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung: Tarsito.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar